Pelatihan Masa Persiapan Pensiun BUMN Di Kabupaten Pasuruan

Solution For Your Company And Business

Pelatihan Masa Persiapan Pensiun BUMN Di Kabupaten Pasuruan

24/03/2020 Uncategorized 0

PENDAHULUAN
Banyak karyawan perusahaan kebingungan ketika memasuki masa pensiun, hal ini dikarenakan:
a. Penghasilan akan tidak sama lagi ketika bekerja
b. Kegiatan rutinitas berubah, semula tiap hari mempunyai kegiatan yang pasti sekarang tidak.
problem-problem ini membuat seringnya karyawan yang pensiun menjadi stress atau uang pensiun dari perusahaan habis dengan tidak bermanfaat banyak. Keluarga mempunyai peranan penting ketika seorang melewati masa purnabakti terutama istri/suami, artinya mereka dapat memahami, menerima dan bahkan mendukung untuk melewati masa-masa tersebut.
Pelatihan pembekalan untuk mempersiapkan pola pikir peserta (karyawan bersama istri/suami) dalam menghadapi masa MPP/ pensiun serta lebih siap untuk memulai lembaran baru dalam membina hubungan keluarga yang harmonis, meningkatkan derajat spiritual dan motivasi berwirausaha didasarkan pada metoda dan konsep untuk mendapatkan sesuatu yang baru dengan menumbuhkan kepercayaan diri menuju kemandirian.

TUJUAN
Pelatihan untuk membekali “menuju masa MPP/pensiun” sehingga pola pikir peserta (karyawan bersama istri/suami) lebih siap dalam menghadapi masa pensiun untuk memulai lembaran baru dalam membina hubungan keluarga yang harmonis, meningkatkan derajat spiritual dan motivasi berwirausaha

PESERTA
Karyawan yang akan memasuki masa pensiun/ MPP bersama suami /istri.

TRAINING OVERVIEW
Training ini diadakan di indoor dan out door meliputi:
• Indoor diadakan di hotel minimal berbintang 3 atau cottage yang terdapat di kota wisata yang menyenangkan & nyaman sehingga sangat mendukung terhadap proses training
• Outdoor diadakan dengan praktek & mengunjungi sentra-sentra usaha, frienchise, pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan lain-lain

GARIS BESAR PROGRAM
1. Polling
Polling dipakai untuk memetakan minat dan bakat peserta, sehingga training lebih effektif sesuai sasaran. Melalui polling (minat & bakat) yang telah disebarkan ke peserta sebelum training dimulai (max. 2 minggu sebelum training), akan dilihat berapa banyak orang yang ingin, belum ataupun tidak mempunyai keinginan berwirausaha serta jenis usaha yang ingin digeluti. Polling/ mapping ini sangat berperan dalam isi materi training yang akan disampaikan nantinya.
2. Mental Switching dan Manajemen Stress
Training ini bertujuan untuk memperlihatkan apa tantangan kedepan dilihat dari aspek personal (termasuk spiritual) dan keluarga serta bagaimana kiat-kiat dalam menghadapinya.
• Dari aspek personal (karyawan & istri/suami) melihat bagaimana pengendalian emosi, pendekatan spiritual dan pengembangan diri ketika melewati masa MPP sehingga tercapai ketentraman dan kedamaian lahir & batin.
• Dari aspek keluarga melihat bagaimana membina keluarga bahagia, harmonis & sukses dengan didukung aspek spiritual walaupun dari segi penghasilan & aktivitas terdapat perubahan.
3. Motivasi Usaha dan Kiat-Kiat Usaha
Training ini bertujuan membuka mind set dari peserta “khususnya dari karyawan mind set menjadi mandiri mind set” dan merubah mind set yang mengarah ke tidakbisaan menjadi “saya ingin” dan “saya bisa” atau ketakutan dalam memulai sesuatu menjadi keberanian memulai sesuatu. Acara dilanjutkan dengan menggali minat peserta dan mengubahnya menjadi motivasi dasyat.
Pengenalan ringkas berbagai jenis usaha, memahami arti wirausaha, mampu melakukan perbandingan jenis usaha dengan bentuk-bentuk Investasi lain, bagaimana menghitung ROI (Return Of Invesment) secara sederhana, mengidentifikasikan gagasan produk, menyeleksi ide produk yang akan dikembangkan, melakukan penyaringan produk .
4. Pembekalan Keuangan
Banyak dijumpai karyawan purnatugas ingin menjalankan usaha sendiri. Permasalahan yang sering muncul bukan lagi memilih bisnis apa yang menguntungkan, tetapi pada bagaimana pengelolaan bisnis agar menguntungkan. Kesalahan manajemen menjadi porsi utama ketidakberhasilan dalam menjalankan usaha. Ketidakberhasilan mengelola modal kerja adalah salah satu contoh nyata, sehingga sering dijumpai keluhan pengusaha kekurangan modal, padahal senyatanya adalah ketidakberhasilan mereka dalam memelihara modal kerja.
Pelatihan pembekalan calon pengusaha dalam mengelola keuangannya adalah strategi jitu dalam mempersiapkan entrepreneur tangguh dan mampu mengelola resiko keuangannya. Dengan menggunakan latihan studi kasus dan tanya jawab interaktif permasalahan riil mereka dibidang keuangan, sangat membantu mempersiapkan calon pengusaha atau pengusaha yang ingin meningkatkan kompetensi bisnis.
5. Pola Hidup Sehat dan Gizi Untuk Pensiunan
Bagi pekerja kantoran yang sibuk dengan segala aktivitasnya, kadangkala kurang memperhatikan pola hidup. Bekerja mulai dari pagi sampai larut malam atau bahkan sampai dengan pagi lagi bahkan menjadi hal yang biasa. Diperlukan konsentrasi dan fisik yang prima agar bisa memenuhi target pekerjaannya.Namun demikian, tidak kita pungkiri bahwa usia akan mempengaruhi kinerja. Selain itu semakin bertambahnya usia secara bertahap akan memasuki masa purna tugas atau pensiun. Pada masa ini biasanya produktivitas dan daya tahan tubuh terhadap pekerjaan berkurang. Oleh karena itu, diperlukan manajemen dalam mengatur pola hidup sehat agar pada saat memasuki masa pensiun masih dapat beraktifitas yang menghasilkan.
6. Sharing dari Pelaku Usaha/Bisnis
Sharing pengalaman dari beberapa usahawan sesuai minat dari peserta. Sharing ini dilakukan dengan dua cara:
– Di kelas, para usahawan diundang untuk bercerita membagi ilmunya; awal dari usaha, konsep usaha, pemasarannya , perkembangannya, pasang surut selama menjalankan usaha dan kiat-kiat dalam menjalankan usaha tersebut.
– Kunjungan ke tempat usaha, para peserta diajak langsung berkunjung ke tempat usaha untuk melihat bagaimana usaha tersebut dilaksanakan dengan dipandu dari pihak usahawan di lapangan